Element of Art (lanjutan)

Posted: 12 October 2011 in Uncategorized
Tags: , ,

Ada lima Element of Art tambahan dari postingan sebelumnya, yaitu Pattern, Perspective Simmetry, Texture, Line, dan Depth of Field.

1. Pattern

Pattern atau dalam bahasa Indonesianya disebut pola adalah Pola/pattern secara gampang bisa diartikan sebagai perulangan. Perulangan disini bisa jadi adalah perulangan bentuk, garis, warna, benda atau obyek apapun, dan perulangannya mungkin dalam format yang teratur maupun sedikit tidak teratur. Seorang fotografer yang jeli akan mampu memanfaatkan perulangan ini dalam sebuah foto, sehingga hasilnya bukan saja indah namun juga memiliki daya tarik kuat bagi mata yang melihatnya.

contoh pola yang saya ambil :

Informasi :

  • kamera : NIKON D80
  • diafragma : f/5
  • exposure time : 1/125 sec.
  • ISO speed : ISO – 800
  • Focal length : 16mm
  • Waktu dan tempat : 9th Oct 2011 pukul 15.39 WIB – Sariwangi, Bandung

2. Simmetry

Sebuah foto yang simetris dipadu dengan komposisi serta Point of Interest(POI) yang baik dapat menghasilkan foto yang sangat bagus. Contoh foto dengan unsur simetris:

Informasi:

  • kamera : Canon EOS 1100D
  • diafragma : f/7.1
  • exposure time : 1/200 sec.
  • ISO speed : ISO – 200
  • Focal length : 43mm
  • Waktu dan tempat : 11th Oct 2011 pukul 06.42 WIB – Cipaku, Bandung

3. Texture

Gambar memiliki struktur 2 dimensi dengan penggunaan tekstur yang baik dapat memberikan efek foto menjadi lebih hidup. Misalnya foto dibawah ini:

Informasi:

  • kamera : Canon EOS 500D
  • diafragma : f/5
  • exposure time : 1/60 sec.
  • ISO speed : ISO – 200
  • Focal length : 44mm
  • Waktu dan tempat : 9th Oct 2011 pukul 09.40 WIB – UPI, Bandung

4. Line

Mata manusia secara alami mengikuti garis yang ada dalam gambar. Dengan menentukan bagaimana menempatkan sebuah garis / alur pada foto kita, kita dapat mengarahkan perhatian ke arah objek yang kita mau. Sehingga mata bergerak sepanjang foto tersebut.  Contoh:

Informasi:

  • kamera : Canon EOS 1100D
  • diafragma : f/7.1
  • exposure time : 1/800 sec.
  • ISO speed : ISO – 200
  • Focal length : 43 mm
  • Waktu dan tempat : 11th Oct 2011 pukul 06.43 WIB – CipakuI, Bandung

5. Depth of Field

Karena foto adalah media yang bersifat dua dimensi, kita harus dapat menceritakan sebuah suasana dengan sempurna dengan memberikan kedalaman dalam foto. Sehingga objek terlihat lebih ril dan menarik.  Contoh fotonya dibawah ini yang saya ambil di UPI, Bandung.

Informasi:

  • kamera : Canon 500D
  • diafragma : f/5.6
  • exposure time : 1/400 sec.
  • ISO speed : ISO – 200
  • Focal length : 55 mm
  • Waktu dan tempat : 9th Oct 2011 pukul 9.06 WIB – UPI, Bandung
sumber artikel:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s